ENGLISH, INFORMATION, INSPIRING, OPUS, PROGRAM, Tak Berkategori

Istilah-Istilah Pada Bulan Ramadan Dalam Bahasa Inggris

 

Ada beberapa istilah yang sering kita jumpai khusus di bulan Ramadan atau bulan puasa, seperti sahur, imsak, ngabuburit, dan lain sebagainya. Artikel ini menyajikan istilah-istilah yang sering ada dalam bulan Ramadan dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya, kita harus tahu apa itu Ramadan sendiri. Kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab yaitu ‘ramiḍa’ atau ‘ar-ramaḍ”, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Di bahasa Indonesia sendiri banyak yang salah menuliskan kata Ramadan menjadi Ramadhan dengan penambahan ‘h’ di tengah. Ramadan dalam kbbi memiliki arti bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa.

Setelah tahu arti Ramadan itu sendiri apa, berikut istilah-istilah yang sering kita temui di bulan Ramadan atau bulan puasa dalam bahasa Inggris.

1. Puasa = fast (verb)/ fasting (noun)

a. Muslims fast during Ramadan.

[Umat muslim puasa selama Ramadan.]

b. Fasting during Ramadan.

[Puasa selama Ramadan.]

2. Buka puasa = break your fast atau fast breaking

a. We should first break your fast with something sweet.

[Pertama-tama kita harus buka puasa dengan yang manis.]

3. Sahur = pre-dawn meal/ suhoor, sahur, atau sehri

a. The benefits of predawn meal.

[Manfaat sahur]

4. Ngabuburit = killing time before magrib/ passing time before magrib

a. We usually kill time before magrib in mosque.

[Kita biasa ngabuburit di masjid.]

5. Bayar puasa/ mengqadha hutang puasa = make up the fast

a. If a woman do not fast because they have an excuse, then they have to make up the missed fasts.

[Jika seorang wanita tidak berpuasa karena mereka punya alasan, maka mereka harus menqadha puasa-puasa yang terlewatkan.]

6. Subuh = dawn prayer

7. Magrib = dusk prayer/ Maghreb

8. Mudik/ pulang kampung = lebaran homecoming

a. Homecoming is a tradition in visiting one’s family during Idul Fitri in Indonesia.

[Mudik adalah tradisi mengunjungi keluarga saat Idul Fitri di Indonesia. ]

9. THR – tunjangan hari raya = lebaran bonus

a. In Indonesia Idul Fitri has a legally mandated salary bonus for all employees.

[Di Indonesia Idul Fitri ada THR yang dimandatkan secara hukum untuk semua karyawan.]

10. Ziarah makam = visiting graves

a. Visiting graves during Ramadan becomes tradition in Indonesia.

[Ziarah makam selama Ramadan menjadi tradisi di Indonesia.]

11. Halal bihalal = forgiving each other

12. Mohon maaf lahir dan batin = Forgive me for any mistakes I have made against you. atau Forgive me from the bottom of my heart for my wrongdoings.

Selamat menjalankan ibadah puasa 😀

source : https://belajarbahasa.id/artikel/dokumen/369-istilah-istilah-pada-bulan-ramadan-dalam-bahasa-inggris-2017-06-02-04-43

Iklan
ENGLISH, INSPIRING, PROGRAM, Tak Berkategori

3 SUBTLE NONVERBAL MISTAKES LEADERS MAKE

photo 3

This article is from the March 2016 edition of the Toastmaster magazine.

Your body might be sabotaging your career. Not on purpose; your heart’s in the right place. In fact, you’ve mastered the basics. As a Toastmaster, you’re way past avoiding eye contact, wussy handshakes and the proverbial fig leaf arms. Beware of three more subtle nonverbal cues that can seriously damage your credibility as a leader.

Making Yourself Small
When it comes to confidence, I’m in agreement with social psychologist Amy Cuddy: “Don’t fake it until you make it. Fake it until you BECOME it.” Her well-known TED talk provides important evidence that our body language shapes our own confidence, not just our credibility. Her research shows that closed arms, slouched postures, neck-rubbing and other self-protecting poses actually impact our hormones, making us feel less confident. Those feelings then further shape our non-verbal behavior, and the cycle continues.

If you want to become more confident, open up your arms and stance and take up more space in the room. Being more aware and deliberate about your body language will not only help you look strong; it will actually help you feel more confident.

When you’re in a meeting, check your posture every 15 minutes. Notice what your body does when you’re not paying attention to it. Do you have a tendency to make yourself larger, or smaller? Try doing yoga, and take note of how poses like the Warrior and the back bend make you feel.

Choosing the Wrong Seat
I’m not talking about the power dynamics of working your way to the head of the table. It’s about choosing to sit on the sidelines rather than pulling a chair to the table. If you don’t belong at the table, you shouldn’t be in the room. If you’re running a meeting and there aren’t enough chairs at the table for everyone, get a bigger room or find a different approach. You won’t build confidence or create engagement by casting people to the sidelines.

Letting Your Stress Show
This takes many forms, from coming in late and disheveled, to fidgety impatient behavior or chronic multitasking in meetings. “You look stressed” is not a compliment or a badge of honor for how hard you’re working, or how much you’re taking on. Calm and collected breeds confidence.

As celebrated dancer and choreographer Martha Graham says, “the body never lies.” Paying close attention to what your body is telling you and others will go a long way in bolstering your credibility.

source : https://www.toastmasters.org/Magazine/Articles/Nonverbal-Mistakes-Leaders-Make

INSPIRING

ASAL USUL HARI IBU DI INDONESIA

Setiap tanggal 22 Desember, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Sebuah peringatan terhadap peran seorang perempuan dalam keluarganya, baik itu sebagai istri untuk suaminya, ibu untuk anak-anaknya, maupun untuk lingkungan sosialnya. Tahukah Anda sejarah Hari Ibu sampai ditetapkan sebagai perayaan nasional?

design mom
Peringatan Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan. Tak hanya itu, masalah perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan masih banyak lagi, juga dibahas dalam kongres itu. Bedanya dengan jaman sekarang, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung kesetaraan jender.

Penetapan Hari Ibu ini diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Selain itu, Hari Ibu juga merupakan saat dimana kita mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu. Berbagai kegiatan dan hadiah diberikan untuk para perempuan atau para ibu, seperti memberikan kado istimewa, bunga, aneka lomba untuk para ibu, atau ada pula yang membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Bagaimana dengan perayaan Hari Ibu Anda, adakah hadiah untuk ibu tercinta?

sumber :
http://www.ayahbunda.co.id/keluarga-psikologi/lahirnya-hari-ibu-di-indonesia